Bayangkan, dalam hitungan detik, rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung berubah menjadi puing-puing.Tempat anak-anak tidur dengan tenang, tempat keluarga berkumpul, tempat seseorang pulang setelah seharian bekerja—kini tak lagi bisa menjadi tempat yang aman.Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur meninggalkan duka yang begitu dalam.Hingga Kamis, 20 Agustus 2026, 75 orang dinyatakan meninggal dunia, 907 orang mengalami luka-luka, dan 92.735 warga terpaksa mengungsi. Sebanyak 36.163 rumah juga mengalami kerusakan. Baitul Wakaf dengan program bantuan kemanusiaan untuk Nusa Tenggara Timur akan dilaksanakan pada wilayah terdampak.